Dikutip dari website Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota akan diterapkan secara efektif mulai Jumat, 10 April 2020. PSBB berlaku selama 14 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di suatu daerah. Pemprov DKI bersama Polisi dan TNI akan mengambil tindakan tegas jika masyarakat tidak menaati kebijakan yang diberlakukan.

Dalam video yang diupload oleh CNBC Indonesia yang berjudul “Anies Baswedan: PSBB di DKI Jakarta Efektif Mulai 10 April” Gubernur DKI Jakarta bersama Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 menyampaikan pada intinya :

  1. Kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan di sekolah tapi dilakukan di rumah.
  2. Semua fasilitas umum tutup baik itu fasilitas hiburan milik pemerintah maupun tempat hiburan milik masyarakat, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olahraga, museum dan lainnya.
  3. Kegiatan sosial budaya akan dibatasi, pernikahan tidak dilarang tetapi dilakukan di Kantor Urusan Agama dan resepsi ditiadakan, begitu juga dengan kegiatan lain seperti ritual khitan perayaannya ditiadakan.
  4. Pemerintahan terus menjalankan fungsinya. Yang bisa bekerja dari rumah diatur oleh atasannya untuk bekerja dari rumah tetapi pelayanan jalan terus.
  5. Kegiatan perkantoran dihentikan, kecuali beberapa sektor yaitu:
  • Kesehatan
  • Pangan
  • Energi (air, gas, listrik, pompa bensin)
  • Komunikasi (jasa kominikasi sampai media komunikasi)
  • Keuangan dan perbankan termasuk pasar modal
  • Logistik atau distribusi barang
  • Kebutuhan keseharian retail (warung, toko kelontong)
  • Industri strategis yang ada di kawasan Ibu Kota

Selain itu, semua kegiatan akan dianjurkan untuk bekerja dari rumah.
Ditulis oleh : rpnmdns


Sumber :
CNBC
Disdik DKI